Rabu, 08/09/2010
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com | Baca berita seputar ramadhan pada menu Umum -- Mozaik Ramadhan --

Bayi Penderita Meningocele Butuh Bantuan 

Senin, 08/03/2010 09:00 WIB - son

WONOGIRI—Ilham Fajar Pamungkas (10 bulan), anak keempat Rupini (36) dan Slamet Purwanto (38), warga Ngembes RT 02/VII, Punduhsari, Menyaran, Wonogiri menderita meningocele pada bagian bawah keningnya, hingga hidung. Kini, Ilham membutuhkan bantuan agar cairan otak yang menerobos tulang kepalanya yang tidak normal itu dapat dikeluarkan.
Menurut keterangan Rupini, sejak lahir, kondisi hidung anaknya di bagian kiri dan kanan sudah dalam keadaan menggelembung. Saat Joglosemar mencoba menyentuhnya, bagian yang menggelembung memang lunak seperti ada cairan di dalamnya.
“Sudah sejak lahir seperti ini. Pernah waktu baru berumur satu hari, Ilham dibawa ke RSUD Sukoharjo. Dokter saat itu mengatakan rumah sakit tidak bisa menangani, tapi katanya benjolan itu tidak mengganggu pertumbuhan,” ujarnya.
Karena selama dirawat di RSUD Sukoharjo tidak mengalami perkembangan, akhirnya Ilham di bawa pulang. Lalu, ketika usia tujuh bulan, Rupini memeriksakan lagi anaknya itu ke RSUD Wonogiri (RSUD dr Soediran Mangun Sumarso), dan berhasil ketemu langsung dengan kepala rumah sakit.
Katanya waktu itu, menurut Rupini, Ilham memang harus dioperasi dan hanya bisa dilakukan di Rumah Sakit dr Moewardi, Solo, karena harus ditangani oleh dokter khusus syaraf. Demi memburu kesembuhan, akhirnya Ilham benar-benar dibawa ke RS dr Moewardi.
“Tapi karena biayanya mahal, dan kami tak punya uang, Ilham terpaksa saya bawa pulang,” terang Rupini.
Menurut cerita Rupini, di RS dr Moewardi, Ilham pernah menjalani CT-Scan. Dan dokter waktu itu menyatakan bahwa Ilham mengalami apa yang dinamakan meningocele. Dari kondisi kesehatan Ilham tidak berbeda dengan bayi seumurnya. Sebenarnya tidak ada gejala-gejala kurang sehat dengan benjolan di bagian depan wajahnya itu.
“Paling hanya harus sering menoleh, karena benjolan menghalangi pandangannya,” ujarnya.
Ditambahkan Supini, benjolan itu tidak membesar. Kalaupun bertambah besar, ukuran relatif sama karena selaras dengan pertumbuhan tubuh Ilham. “Besarnya benjolan mengikuti umur, jadi tidak langsung membesar. Selera makannya juga normal. Aktivitas juga biasa, lincah dan nggak mau diem. Tapi memang dua hari lalu badannya panas, sudah diperiksakan hanya demam biasa,” jelas Rupini. (son)