General Manager Sahid Jaya Hotel Solo, Djarot Teguh Basuki menyoroti tentang kualitas khususnya pada pelayanan hotel yang berada di daerah-daerah. Dia melihat kualitas pelayanan hotel-hotel di daerah-daerah jauh berbeda dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh hotel yang posisinya berada di kota .
Dia mencontohkan hotel yang berada di Bali. Semua hotel yang ada di Bali, baik itu lokasinya berada di daerah maupun yang ada di pusat kota memberikan pelayanan yang sama.“Misalnya dari sisi keramahan, kenyamanan, dari sisi harga dan lain sebagainya. Sehingga potensi wisatawan yang datang terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujarnya.
Menurut Djarot, Kota Solo sendiri mempunyai banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan. Dari sisi pariwisata, Solo mempunyai airport yang berstandar internasional, dari sisi kotanya juga tata ruang tertata rapi. ”Potensi-potensi seperti itu yang harus dimanfaatkan. Jogja dan Semarang masih kalah dengan Solo jika dilihat dari berbagai potensi yang ada. Jadi, tinggal bagaimana cara mengelola potensi yang sudah ada dengan baik,” paparnya.
Sementara itu, rencana pembuatan jalan tol (dari Semarang-Solo) merupakan peluang bagus khususnya untuk menarik minat investor (ekspor lebih mudah) maupun wisatawan untuk datang ke Solo. Selain itu, daerah-daerah wisata (Magetan-Solo) bisa menjadikan Solo sebagai center city.
”Dengan begitu, Solo merupakan peluang usaha yang luar bisa. Dengan adanya jalan tol, secara otomatis akan membuat jarak tempuh semakin pendek. Hal itu, jelas akan memudahkan investor dalam menanamkan investasinya di Kota Solo,” ungkapnya. (Kenas Witriasari)
Kualitas Pelayanan Hotel Daerah Berbeda
Senin, 04/01/2010 11:00 WIB - Kenas Witriasari








