Perkembangan zaman yang kian hari kian canggih tentunya telah melahirkan teknologi yang serba canggih pula. Dulu ketika orang ingin bepergian ke suatu tempat membutuhkan beberapa hari. Tetapi kini semuanya menjadi lebih mudah dan cepat.
Salah satu hasil kecanggihan zaman adalah internet. Dengan internet setiap orang dapat mengetahui perkembangan yang terjadi di belahan dunia manapun tanpa harus pergi ke manapun. Dengan internet pula kita dapat memiliki teman baru dan berkomunikasi dengannya tanpa bertatap muka.
Hal-hal di atas dapat dilakukan dengan menggunakan situs jejaring sosial yang kian hari kian marak. Situs pertemanan ini tidak hanya digemari oleh anak muda tetapi juga orang tua. Inilah yang kemudian melatarbelakangi terbentuknya Solo Facebook Club (SFC). “Awalnya, kami merasa peduli dengan situs jejaring pertemanan ini khususnya yang ada di Solo kemudian mengumpulkan para penggemar tersebut agar melakukan hal yang positif ,” ungkap Benk Mintosih, Ketua SFC kepada Joglosemar, akhir pekan lalu.
Katanya, selain itu juga bertujuan untuk menciptakan simbiosis mutualisme bagi para anggotanya dan yang tidak dapat ditinggalkan adalah mengangkat brand Kota Solo. “Tujuan lain untuk menciptakan simbiosis mutualisme bagi para anggotanya, “ kata Bambang “Gage” Nugroho, pelaksana harian SFC.
Klub yang terbentuk pada 20 Mei 2009, lalu, saat ini telah memiliki anggota lebih dari 5.000 orang. “Walaupun belum genap satu tahun berdiri tetapi anggota kami telah mencapai lebih dari 5.000 orang hingga kami harus membaginya dalam dua kelompok yakni SFC 1 dan 2 karena kuota dari masing-masing hanya 5.000,” lanjut pria yang akrab dipanggil Gage ini.
Kepengurusan
Tetapi untuk yang resmi hanya 400 orang. “komunitas ini sendiri nampaknya memiliki banyak penggemar tetapi saat ini yang memiliki seragam baru 400 orang,” terang Benk.
SFC merupakan komunitas dunia maya, tetapi bukan berarti klub ini tidak memiliki struktur organisasi yang jelas. “Kami memiliki susunan kepengurusan yang jelas dengan agenda kegiatan yang jelas pula. Setiap satu bulan dua kali kami mengadakan pertemuan dengan anggota,” tutur Benk.
Untuk menjadi anggota SFC tidak harus orang Solo. “Walaupun kami berdomisili di Solo tetapi orang yang tinggal di luar Solo bisa gabung dengan syarat orang tersebut memiliki simpati terhadap Solo,” lanjut Bambang.
Kegiatan SFC, selain mengadakan pertemuan rutin selama satu bulan sekali juga melakukan kegiatan lain seperti sosial. “Kami mengadakan donor darah, pada bulan Ramadan kemarin kita juga memberikan makanan berbuka bagi orang tak mampu,” katanya.
Menurutnya, SFC juga rutin mengadakan diskusi dengan tema yang berbeda. “Tak jarang pula kami diundang sebagai pembicara dalam diskusi yang membahas mengenai manfaat facebook. Ketika maraknya fakta haram mengenai fecebook pun kami beranggapan jika kita dapat memanfaatkan yang baik-baik dari situs jejaring pertemanan ini dan meninggalkan yang buruk,” papar Bambang, yang juga dosen praktisi D3 FISIP UNS. (Rani Setianingrum)
Media Ajang Berkumpulnya Facebookers
Senin, 08/02/2010 11:00 WIB - Rani Setianingrum






