Ponsel Facebook murah akan terus berkembang di 2010. Persaingan ketat akan terjadi pada segmen produk di level harga Rp 500.000–Rp 900.000. Ponsel internasional akan terjun di segmen ini dan bersaing dengan produk lokal.
Penjualan ponsel di pasar Indonesia tahun ini diperkirakan tidak akan terjadi pertumbuhan signifikan dibandingkan 2008. Penjualan diperkirakan mencapai 27 juta unit. ”Tidak ada peningkatan signifikan pertumbuhan penjualan ponsel di 2009,” ujar Usun Pringgodigdo, General Manager LG Mobile Communications Indonesia.
Usun mengatakan di 2010, LG tidak terlalu mengkhawatirkan pertumbuhan BlackBerry yang pesat. Tapi LG lebih memperhitungkan pertumbuhan ponsel lokal di pasar Tanah Air. Oleh karena itu, LG pada 2010 akan lebih banyak memproduksi ponsel dengan harga Rp 1-2 juta.
“Ke depan persaingan pricing ponsel akan berkisar di harga Rp 500-900 ribu, sehingga strategi kami adalah mengembangkan ponsel mid-end namun mendukung berbagai aplikasi konten khususnya social networking services semacam Facebook,” tambahnya.
Untuk mendukung social networking services di 2010, LG akan meluncurkan ponsel dengan dukungan slide qwerty dan touch-screen GW 525. “Persaingan 2010 akan semakin ketat, terutama dengan ponsel lokal yang mendukung fitur qwerty,” imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Produk Manager Nokia Indonesia Legi Sugianto mengatakan pada 2010 Nokia akan terus berkontrasi di semua jenis pasar, mulai low-end hingga high-end. Upaya itu dilakukan untuk mempertahankan dominasinya di puncak.
Layanan Aplikasi
Sementara agar tetap berpengaruh dan memiliki pangsa pasar terbesar di Indonesia, Legi mengungkapkan fitur Nokia tidak akan banyak berubah. Tapi Nokia akan menekankan kepada layanan aplikasi konten. Seperti hadirnya Nokia Life Tool untuk semua segmen pasar. Sedangkan Nokia Messaging ditujukan untuk pasar mid dan high-end.
Melalui layanan itu Nokia ingin meraih laba dari penjualan handset dan aplikasi. “Kami membuka toko aplikasi di ovi.com sebagai sarana mengembangkan bisnis sekaligus meraih pasar yang lebih luas untuk produk,” paparnya.
Selain itu Nokia, kata Legi akan konsentrasi ke handset murah. “Masih banyak penduduk Indonesia yang belum memakai ponsel, maka pasar low-end tetap jadi salah satu pilihan Nokia,” ujarnya.
(Cisilia Perwita Setyorini)
Perang Ponsel Mengarah di Bawah Rp 1 Juta
Minggu, 31/01/2010 11:00 WIB - Cisilia Perwita Setyorini








