Jumat, 18/05/2012
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : harianjoglosemar@gmail.com

Sekali Operasi Rp 50 Juta, Chiko Butuh Bantuan

Jumat, 23/04/2010 09:00 WIB - Abdul Alim Muhamad Zamzami

Chiko kecil tengah asyik dengan mainannya. Anak lelaki berusia dua tahun itu tampak girang membolak-balikkan mainan sambil berpolah tingkah di ruang tamu. Namun tiba-tiba gerakannya terhenti, tubuhnya melemas disertai dengan nafas yang terengah-engah.
Rona mukanya langsung pucat dan warna tubuhnya berubah aneh. Bibirnya membiru, ujung-ujung jarinya pun serupa. Sang nenek, Ponirah (45) langsung mendekap Chiko. Dengan tenang ia membaringkan bocah mungil itu ke peraduan sambil memberinya minum hingga keadaan Chiko berangsur-angsur pulih.
Situasi itu hampir setiap hari dijumpai di kediaman Ponirah, warga Dusun Posis, Desa Bogor, Kecamatan Cawas. Cucunya, Chiko Jovian Alva Rizqi (2) diketahui mengidap kelainan jantung sejak usianya menginjak tiga bulan.
Putra semata wayang pasangan Diana Anggraini dan Iwan Saputra itu hingga kini makin buruk saja kondisi kesehatannya. Pada awalnya keluarga merasa curiga dengan perkembangan Chiko yang tidak selayaknya balita seumuran dia. Pada usia tiga bulan, Chiko belum mampu merangkak maupun tengkurap sendiri. Oleh karena itu, keluarga memeriksakannya ke RS Dr Oen Sukoharjo, dan hasilnya diketahui ada kelainan organ jantung yang berimbas pada sirkulasi darah ke bagian tubuh. Hasilnya, satu-satunya cara adalah operasi pembuatan saluran darah pada organ jantungnya.
Tukang Kayu
Kenyataan tersebut membuat keluarga Chiko gentar, ongkos operasi yang tinggi sudah terbayang di benak pasangan muda tersebut. Iwan hanya berprofesi sebagai tukang kayu di sebuah pabrik mebel di Sukoharjo, sementara istrinya buruh tekstil Sritex. Penghasilan mereka pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarga itu.
Lantas, Chiko pun dibawa ke RS Dr Moewardi Solo, karena sepengetahuan mereka, ongkos berobat di RS tersebut tergolong lebih murah. Namun kenyataan pahit kembali mendera, pihak rumah sakit menyerah dan menyarankan agar Chiko ditangani oleh RS lain. “ Dari Jebres (RS Moewardi-red) menyarankan agar dirujuk ke Jakarta. Tapi kami tidak mampu,” ujar sang nenek.
Kendati demikian, keluarga tidak putus harapan, mereka mencari RS yang lebih dekat dan murah untuk menangani Chiko. RS Sardjito di Yogyakarta diketahui mampu melakukan operasi tersebut, namun ongkos yang dibebankan oleh pihak rumah sakit mencapai Rp 50 juta untuk sekali tindakan operasi. “Mau cari ke mana uang sebesar itu? Kami tidak mampu,” lanjut dia.
Diceritakan Ponirah, pihak rumah sakit Dr Sardjito pernah menyarankan agar keluarga meminta surat dari pemerintah setempat agar nantinya ada keringanan biaya operasi. Satu-satunya cara adalah dengan mengikuti program pelayanan kesehatan gratis, semisal Jamkesda maupun Jamkesmas.
Karena sang ayah berdomisili di Sukoharjo, maka anggota keluarga didatakan dalam KK di kabupaten tersebut untuk memperoleh Jamkesda. “ Katanya April ini ada pendataan Jamkesda di Sukoharjo. Jadi sekalian didata KK di sana. Namun hingga sekarang masih simpang siur,” terang Ponirah.  
Kini, keluarga tersebut tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyembuhkan Chiko. (Abdul Alim Muhamad Zamzami)

berbagi di Facebook :
Share
berbagi di Twitter :
berbagi di Google + :