Jumat, 10/09/2010
PT JOGLOSEMAR PRIMA MEDIA | Jalan Setia Budi No. 89 Gilingan, Banjarsari, Surakarta | Telp. 0271-717141, 0271-720496 dan 0271-741926 | Fax. 0271-741696 | website : www.harianjoglosemar.com | email : redaksi@harianjoglosemar.com | Baca berita seputar ramadhan pada menu Umum -- Mozaik Ramadhan --

Vendor Berlomba Gaet Pasar Smartphone

Minggu, 21/02/2010 09:00 WIB - lea/oke

Meski perkembangan smartphone pada tahun lalu agak melambat. Bukan berarti keberadaan ponsel pintar akan semakin meredup. Pada tahun ini diprediksikan perkembangan smartphone akan semakin dahsyat.
"Vendor semakin tertarik menggunakan platform terbuka pada 2010 nanti. Hal ini akan mengakibatkan Android dan Symbian mampu menghasilkan ponsel dengan harga 150-an euro," ujar analis CCS Insight, Geoff Blaber.
Prediksi analis bisa dibenarkan, karena berbagai vendor saling berlomba untuk mengeluarkan produk smartphonenya, tak terkecuali Samsung. Sebagaimana diketahui, dalam daftar kelompok elite lima produsen smartphone terbesar dunia 2009 yang diterbitkan firma riset International Data Corp (IDC). Ada satu produsen yang selama ini namanya belum pernah masuk ke dalam daftar itu, Samsung Electronics Co Ltd.
Di pasar smartphone global, Samsung belum berperan signifikan karena kurang agresif merilis smartphone. Pada 2009, Samsung berhasil masuk dalam kelompok elite lima produsen smartphone terbesar dunia, karena Samsung semakin agresif merilis smartphone dalam satu tahun terakhir, antara lain dengan merilis smartphone bersistem operasi Windows Mobile bahkan Android.
Head of Mobile Division Samsung Electronics Co Ltd, Shin Jong-kyun menyatakan, Samsung bertekad meningkatkan tiga kali lipat volume penjualan smartphone globalnya pada 2010 untuk memperkuat posisi.
"Ada sebuah perubahan besar dalam strategi smartphone kami pada tahun ini. Kami berencana memperkuat bisnis smartphone kami tidak hanya dengan memperbanyak penawaran handset, tetapi juga memperkaya konten, aplikasi, dan layanan," tutur Shin, seperti diberitakan Reuters.
Ucapan Shin memang bukan sekadar sesumbar. Pada akhir 2009, Samsung memperkenalkan platform software bernama Bada. Samsung berharap, Bada akan mampu mendorong para pengembang software membuat aplikasi untuk smartphone produksi Samsung.
Revolusioner
Tak ketinggalan Sony Ericsson, yang baru-baru saja memperkenalkan smartphone bisnis terbarunya, Aspen, yang menggunakan sistem operasi Windows Mobile 6.5.3. Hadir sebagai alternatif dari BlackBerry atau Nokia E72, Sony Ericsson Aspen punya fitur lumayan. Antara lain layar TFT 2,4 inci (240x320 piksel), A-GPS, Bluetooth, WiFi, 3G/HSPA, dan microSD slot yang sudah diisi dengan kartu 4GB.
“Sony Ericsson Aspen adalah ponsel bisnis ramah lingkungan yang cocok untuk konsumen atau perusahaan yang butuh solusi bagi aktivitasnya kantornya sehari-hari,” kata Djunadi Satrio Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia.
Salah satu hal yang menarik dari Sony Ericsson Aspen adalah sistem operasi yang ia gunakan. Ini membuatnya menjadi salah satu perangkat pertama yang memakai Windows Mobile 6.5.3.
Sony Ericsson Aspen masuk ke jajaran portofolio GreenHeart mereka. Artinya, ponsel dilapisi dengan cat waterborne, dijual dengan kemasan yang sederhana, dan manual dalam bentuk softcopy, tidak dalam bentuk cetakan.
Selain itu, LG pun berlomba untuk masuk dalam pasar smartphone. LG baru saja mengumumkan tekadnya untuk memperkuat posisinya di pasar ponsel pintar global. Produsen ponsel asal Korea Selatan itu mematok target penjualan handset hingga 140 juta unit di akhir 2010.
“Kami kembali menghadapi perubahan revolusioner dalam industri mobile seiring pesatnya pertumbuhan ponsel pintar dan tingginya permintaan pasar untuk konten dan layanan yang lebih baik,” kata Skott Ahn, Presiden sekaligus CEO LG Mobile Communications, seperti dikutip vivanews dari V3.
Untuk mewujudkan mimpinya itu, LG tidak main-main. Sebagian besar ponsel yang akan diluncurkan nantinya akan berbasis sistem operasi OS Android. “Kurang lebih 50 persen dari handset yang akan kami rilis nanti akan berbasiskan sistem operasi milik Google,” ungkap Ahn.
Selain itu, jaringan konten akan menjadi fokus LG dalam menyuguhkan layanannya. Ahn menuturkan, LG berencana menawarkan layanan yang dikenal dengan 3 Screen atau 3 Layer, yang mana mampu menyajikan konten streaming baik melalui ponsel pintar, televisi, hingga PC. (lea/oke)